Oleh: Asep Sutisna Putra | 12 Oktober 2009

Hasil Penelitian

EFEKTIFITAS MEDIA VCD (VIDEO COMPACT DISC) PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI  DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Oleh : ASEP SUTISNA PUTRA, M.Pd.

ABSTRAK

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui efektivitas media VCD Peristiwa sekitar Proklamasi dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi Proklamasi Kemerdekaan.

Penelitian ini didasari pemikiran bahwa media pembelajaran merupakan alat yang dapat dijadikan jembatan untuk menghubungkan dunia nyata dan menghadirkannya di hadapan siswa, sehingga pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran,  dan hasil belajar siswa.

Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif diperoleh hasil bahwa VCD Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi mampu memberikan motivasi siswa untuk belajar, terbukti dengan cukup besarnya antusias siswa dalam belajar, sehingga hasil belajarnya pun sebagaian besar meningkat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa media VCD Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi terbukti efektif meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa pada  materi Proklamasi Kemerdekaan, hal ini terlihat dari hasil post-test yang meningkat dari hasil pre-test.

Hasil penelitian merekomendasikan, pertama, perlu dukungan sarana dan prasaran yang memadai dalam penggunaan media VCD, kedua, perlu penelitian lanjutan tentang efektivitas media VCD pada materi (SK/KD) yang  lain.

 

A.      Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Pembelajaran kontekstual adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Melalui implementasi tujuh komponen pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) siswa akan lebih memaknai dan mamahami materi pembelajaran, sehingga apa yang telah diperoleh di sekolah dapat diimplementasikan di lingkungannya.

Dalam menugimplementasikan komponen-komponen pembelajaran kontekstual harus mempertimbangkan materi pembelajaran, sarana pendukung, dan kompetensi apa yang harus dimiliki oleh siswa. Misalnya penggunaan komponen pemodelan (modeling) pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk materi Proklamasi Kemerdekaan diperlukan model atau saksi sejarah yang bisa menjelaskan secara langsung bagaimana suasana kebatinan, beratnya perjuangan untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan, rasa kebangsaan dan nasionalisme yang sebenarnya terjadi pada masa itu. Tapi yang jadi masalah adalah sulitnya mencari saksi sejarah, karena para pejuang dahulu telah tua dan sudah banyak yang meninggal, sehingga diperlukan upaya agar materi pelajaran tersebut dapat dimaknai lebih mendalam oleh siswa.

Karena untuk menghadirkan model sulit dilakukan, maka gutu kembali menjelaskan tentang Proklamasi Kemerdekaan itu dengan metode konvensional, seperti ceramah dan tanya jawab. Akibatnya suasana kelas selalu didominasi pembicaraan guru, sehingga membosankan, partisipasi siswa rendah, pengalaman belajar tidak bervariasi, dan materi pembelajaran kurang dimaknai oleh siswa.

Untuk itu, diperlukan upaya untuk mengatasi hal tersebut.dilakukan.  Dalam hal ini penulis mencoba membuat solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan membuat media berupa VCD (video compact disc) dokumenter tentang peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang penulis ambil dari berbagai tayangan di televisi dengan tujuan agar siswa mampu mengetahui hal ihwal tentang peristiwa yang terjadi sekitar Proklamasi Kemerdekaan RI langsung dari pelaku  sejarah dan dari film-film dokumenter, sehingga siswa akan dapat merasakan bagaimana suasana kebatinan pada saat menjelang, sesudah proklamasi kemerdekaan dan saat mempertahankan kemerdekaan RI

2.      Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas penulis merumuskan masalah untuk penelitian ini adalah apakah penggunaan media VCD dokumenter peristiwa sekitar Proklamasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Proklamasi Kemerdekaan RI ?

 

3.      Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media VCD Peristiwa sekitar Proklamasi dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi Proklamasi Kemerdekaan.

Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi siswa

Siswa dapat lebih memahami materi pembelajaran, sehingga diharapkan hasil belajarnya dapat meningkat.

2.  Bagi Guru

Dengan meningkatnya peran serta siswa dalam proses pembelajaran, guru akan lebih leluasa untuk mengeksplorasi potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa

3. Bagi Sekolah

Dengan terjadinya pembelajaran yang aktif, kreatif, efisien, dan menyenangkan (PAKEM) dengan hasil belajar yang meningkat pada akhirnya dapat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

4.      Definisi Operasional

Variabel pada penelitian ini, yaitu media VCD dokumenter dan pemahaman siswa. Yang dimaksud dengan media VCD dokumenter dalam penelitian ini adalah berupa film dokumenter yang diambil dari beberapa tayanga televisi berupa pernyataan, tanggapan dan rekaman sejarah dari pelaku sejarah yang masih hidup.

Dokumenter sering dianggap sebagai rekaman ‘aktualitas’ atau potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung, saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara, kehidupan nyata seperti apa adanya, spontan dan tanpa media perantara (Yusuf, 2009). 

Sementara yang dimaksud dengan pemahaman siswa adalah hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis berupa pretest dan post test

 

B.       Kajian Pustaka

1.      Pembelajaran Kontekstual

Pada hakekatnya pembelajaran Kontekstual adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi palajaran dengan pengalaman-pengalaman nyata  siswa sehari-hari dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).

Dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, penggunaan pendekatan kontekstual sangat urgen dilaksanakan, hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa saat ini siswa kurang mampu menghubungkan materi-materi pelajaran yang dipelajarinya dan memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini sebagai akibat dari kurang bermaknanya proses pembelajaran, karena pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan lebih berfokus pada guru (teacher centered), menjadikan buku teks sebagai sumber utama pembelajaran (textbook oriented), ceramah menjadi pilihan utama strategi pembelajaran, pembelajaran hanya memberikan kemampuan untuk mengingat dan menghafal fakta-konsep-teori.

Implementasi pembelajaran kontekstual harus memperhatikan : (1) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan; (2) Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna); (3) Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran; (4) Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan; (5) Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa; (6) Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang; (7) Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok); (8) Perilaku dibangun atas kesadaran diri; (9) Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman; (10) Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri; (11) Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan; (12) Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik; (13) Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting; (14) Hasil belajar diukur  melalui penerapan penilaian autentik.

2.      Media Audio Visual

Bermacam-macam peralatan yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan ajaran kepada siswa melalui penglihatan dan pendengaran untuk menghindari verbalisme yang masih mungkin terjadi kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. Media bila dikaitkan dengan pembelajaran merupakan sarana komunikasi dalam proses pembelajaran yang berupa perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) agar proses dan hasil pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, serta mempermudah dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Seels dan Richey (1994: 1 –  46) menjelaskan bahwa media  merupakan alat komunikasi, segala sesuatu yang membawa informasi atau pesan-pesan dari sumber informasi kepada penerimanya mencakup film, televisi, bahan cetak, radio, diagram, tabel dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah mencakup semua bentuk media yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan tujuan pembelajaran.

Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual, tapi sekarang media merupakan alat yang dapat dijadikan jembatan untuk menghubungkan dunia nyata dan menghadirkannya di hadapan siswa.

Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

  1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar-gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
  2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
  3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
  4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
  5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
  6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
  7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
  8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak

Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya :

  1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Media Audio Visual : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya

3.      Media yang dikembangkan

Penelitian ini merupakan tahap pengujian terhadap media yang dikembangkan berupa VCD dokumenter Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, dimana cuplikan-cuplikan film dokumenter ini diambil dari beberapa tayangan televisi yang direkam dan diedit sesuai substansi materi pelajaran.

Tahap editing menggunakan software Adobe Visual Studio v. 10 dengan tujuan agar film-film tersebut tersusun runtut sesuai dengan tema yang telah di tetapkan, sehingga menjadi tayangan yang utuh dan mudah dipahami oleh siswa.

 

4.      Hasil-hasil Penelitian Sebelumnya

Brown (1973) mengatakan bahwa media pembelajaran berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar, terbukti dapat meningkatkan efektivitas dan hasil belajar terlihat dari berbagai hasil penelitian khususnya yang berkaitan dengan penggunaan media VCD, seperti :

  1. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia VCD menghasilkan kompetensi belajar Sejarah yang lebih baik dibandingkan dengan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia Gambar. (Suryani, 2007)
  2. Pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan meningkat setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan media VCD. (Wijaya, 2008)
  3. Penerapan model pembelajaran langsung DI berbantuan VCD dapat meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran atletik (Parwata, 2008).

Dari hasil-hasil penelitian di atas jelaslah bahwa media pembelajaran VCD efektif dalam meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa, sehingga hasil belajar meningkat.

 

C.      METODOLOGI PENELITIAN

1.      Pendekatan dan Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode deskriptif menurut Nazir (1988:63) adalah satu metoda dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau pun kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah mebuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

2.      Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 17 Tasikmalaya kelas VII – E. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada :

  1. Siswa kelas VII – E merupakan kelas yang menempati ruang kelas Multimedia, sehingga memudahkan untuk melaksanakan pembelajaran dengan media VCD;
  2. Kelas VII – E menurut guru Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII memiliki respon yang cukup baik dalam belajar dibandingkan dengan kelas-kelas yang lain.

 

3.      Teknik Pengumpulan Data

  1. Observasi, yaitu pengamatan yang meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera.
  2. Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara lisan terhadap responden, dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disediakan.
  3. Studi literatur, yaitu alat pengumpul data untuk mengungkapkan berbagai teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi atau diteliti sebagai bahan pembahasan hasil penelitian yang diambil dari berbagai buku yang dianggap relevan terhadap isi penelitian.

4.        Prosedur Penelitian

Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka disusun prosedur penelitian ini dalam tiga tahap, yaitu :

  1. Persiapan

Pada tahap ini dilaksanakan kegiatan :

  1. Menentukan tujuan penelitian
  2. Mempersiapkan media yang akan diujikan
  3. Menghubungi guru Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII untuk memberitahukan rencana penelitian
  4. Menyusun instrumen berupa pedoman wawancara dan pedoman pengamatan (observasi)
  5. Menyusun Rencana Pembelajaran
  6. Pelaksanaan

Langkah-langkah yang dilaksanakan pada tahap ini berupa :

  1. Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat
  2. Observasi
  3. Wawancara dengan siswa berkaitan dengan media yang digunakan dalam pembelajaran
  4. Refleksi
  5. Pelaporan

               a. Pengolahan data

               b. Penyusunan laporan penelitian

D.      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1.        Hasil Penelitian

Berdasarkan data-data yang diperoleh di lapangan, diperoleh hasil sebagai berikut :

Berdasarkan hasil observasi, perhatian siswa terhadap penayangan media VCD menunjukkan :

No

Perhatian Siswa

Jumlah

%

1

Memperhatikan dengan seksama

31

77,5

2

Acuh tak acuh

7

17,5

3

Tidak Memperhatikan

2

5

Jumlah

40

100

 

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa perhatian siswa terhadap penayangan media VCD dokumenter Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi cukup tinggi terlihat dari 31 orang (77,5%) memperhatikan dengan seksama, 7 orang (17,5%) acuh tak acuh, dan 2 orang (5%) tidak memperhatikan.

Meskipun sebagian besar memperhatikan dengan seksama tayangan VCD, tetapi ada 7 orang yang masih tidak terlihat antusias dalam mengikuti pelajaran, malah 2 orang diantaranya tidak memperhatikan sama sekali tayangan di VCD tersebut. Setelah diamati lebih mendalam, ternyata siswa yang kurang memperhatikan itu duduk pada barisan paling belakang, sementara yang perhatiannya penuh ada pada barisan paling depan.  Hal ini disebabkan karena VCD ditayangkan melalui televisi, sehingga siswa yang duduk paling belakang tidak jelas melihat tayangan di televisi.

Dari aktifitas siswa dalam bertanya/mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan dapat terlihat pada tabel di bawah ini :

No

Aktivitas

Jumlah

%

1

Bertanya / mengemukakan pendapat

5

12,5

2

menjawab pertanyaan

17

42,5

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa 5 orang (12,5%) mau bertanya dan mengemukakan pendapat, sementara 17 orang (42,5%) mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru pada saat pembelajaran berlangsung.

Setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan, penulis mewawancarai siswa sebagai bahan refleksi, dari wawancara yang dilakukan terhadap tiga orang siswa yang secara umum menyatakan ketertarikannya terhadap media VCD, dan mereka mengatakan bahwa media VCD Peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi memberikan wawasan dan pemahaman yang sebenarnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Namun demikian mereka mengharapkan media tersebut dapat ditayangkan melalui layar yang besar dengan suara yang cukup dapat di dengar oleh seluruh siswa.

Dari hasil penilaian secara tertulis diperoleh rata-rata hasil pre-test sebesar 35,63 dan rata-rata hasil post-test sebesar 81,75. Dengan demikian terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada hasil belajar setelah siswa diberikan pembelajaran dengan menggunakan media VCD, yaitu sebesar 46,12.

Sebenarnya peningkatan  perhatian, aktivitas, dan hasil belajar masih dapat ditingkatkan apabila media tersebut disajikan dengan memadai. Hal ini disebabkan oleh :

  1. Tidak tersedianya ruang multimedia di sekolah;
  2. Sekolah tidak memiliki LCD, sehingga tidak memungkinkan untuk menayangkan media dalam ukuran yang besar;
  3. Diperlukan sound yang memadai sehingga suara dapat didengar oleh siswa dalam satu kelas.

 

2.      Pembahasan

Bila meminjam pendapat Brown tentang efektivitas media  pembelajaran, sangatlah tepat penyataan Brown tersebut mengingat hasil yang diperoleh dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan media VCD Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi. Hal ini disebabkan karena :

  1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik.
  2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.
  3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
  4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
  5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
  6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
  7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
  8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.

Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi terutama dalam menayangkan media tersebut, namun ternyata media ini mampu meningkatkan pemahaman siswa pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Faktor-faktor yang mendukung terjadinya peningkatan pemahaman siswa diantaranya :

  1. Karena jarang sekali diberikan media yang menarik, sehingga ketika siswa disuguhkan media audio visual berupa VCD, perhatian siswa tercurah sepenuhnya pada media tersebut;
  2. Penjelasan guru (saat tayangan dihentikan) diantara peristiwa-peristiwa yang terjadi sangat membantu wawasan dan pemahaman siswa pada materi tersebut;
  3. Suasana kelas yang kondusif dan mendukung terlaksananya pembelajaran;
  4. Diberikannya kesempatan untuk bertanya dan berpendapat, berimplikasi positip terhadap pemahaman siswa.

E.     Kesimpulan dan Saran

1.      Kesimpulan

Dari data-data yang diperoleh dan melalui pembahasan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa VCD Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan RI sangat efektif dalam meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa, hal ini bisa terlihat dari perhatian yang cukup besar terhadap media VCD, meningkatnya aktivitas belajar melalui bertanya dan menjawab pertanyaan dan meningkatnya hasil belajar.

 

2.      Saran

Dalam upaya lebih meningkatakan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penggunaan media VCD, penelitian ini merekomendasikan :

  1. Baiknya penggunaan media VCD disampaikan melalui dukungan sarana dan prasaran yang memadai, seperti ruang multimedia, sehingga kendala-kendala yang dihadapi dapat diminimalisir;
  2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan media VCD pada SK/KD yang lain, sehingga dapat diketahui media VCD ini tepat digunakan pada SK/KD yang mana.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Nazir, Moh. (2007). Metode Penelitian. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
  • Parwata, I Gusti Lanang Agung (2008).  Penerapan Model Pembelajaran Langsung Berbantuan Media VCD Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Perkuliahan Atletik I. JPPP, Lembaga Penelitian Undiksha, April 2008.
  • Putra, Asep Sutisna dan Ai Tin Sumartini (2008). Modul Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SMP Kelas VII. MGMP Pendidikan Kewarganegaraan Kota Tasikmalaya.
  • Slavin, Robert E. (2008). Coopertive Learning : Teori, Riset, dan Praktek. Bandung : Nusa Media.
  • Wijaya, Rafika Dora (2008). Pengaruh Penggunaan Media Bantu VCD dan Modul Terhadap Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang  Asuhan Keperawatan Pada Ibu Postpartum Di Bangsal Anggrek 2 RSUP Dr. Sardjito. Skripsi, Universitas Gajah Mada Yogyakarta
  • Suryani, Nunuk (2007). Pengaruh Penerapan Pendekatan Kontekstual Bermedia VCD Terhadap Pencapaian Kompetensi Belajar Sejarah. Program Studi Teknologi Pendidikan PPS UNS Surakarta
  • Yusuf, M Asdar. (2009). Pengantar Dokumenter. Tersedia di http://asdaru.multiply.com/journal/item/2/documentry_is diakses tanggal 30 Agustus 2009

 

NB : Bagi yang membutuhkan media tersebut, kirim e-mail ke : spsutisna@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: